Showing posts with label Explore Jakarta. Show all posts

Jalan-Jalan Ke Kota Tua Jakarta, Enaknya Ngapain Aja?


Halo Uliners! Ada
yang udah baca postingan aku sebelumnya tentang Rekomendasi Tempat Wisata Murah
di Jakarta? Kalau belum, boleh lho dibaca dulu. Di postingan itu aku kasih
beberapa tempat rekomendasi wisata murah yang ada di sekitar Kota Tua, Jakarta.
Kaya Vihara Petak Sembilan, Pasar Ikan Muara Angke, Museum Wisata Bahari, Menara
Syahbandar, dan juga Masjid Luar Batang. Monggo dibaca dulu ya, siapa tau
teman-teman tertarik untuk mengunjungi salah satu atau bahkan kelimanya.





Kelima tempat
wisata murah yang aku tuliskan itu, jaraknya cukup berdekatan dan bisa
dikunjungi semua dalam waktu 1 hari. Hanya saja, biarpun dibilang berdekatan buat
datangin semua tempat wisata itu tetap ngga bisa dibawa jalan kaki. Karena ya
lumayan bikin gempor juga kalau jalan kaki mah, hehehe. Nah, kalau buat urusan transportasi di Jakarta sih udah
ngga perlu worry ya, termudah dan
tercepat tinggal naik ojek online aja.





Tapi nih, kalau misal
uliners punya budget dan waktu yang terbatas buat explore Jakarta, atau tujuannya emang cuma mau jalan-jalan di
sekitar Kota Tua tapi belum tau mau ngapain aja selama di sana. Di postingan
kali ini aku bakal kasih gambaran tentang aktivitas apa aja yang bisa uliners lakukan saat wisata ke Kota Tua
Jakarta. Soalnya kadang aku kalau ke Kota Tua, cuma numpang nongkrong dan
foto-foto aja di area Lapangan Museum Fatahillahnya itu. Wkwk. Setelah aku telisik lagi, ternyata ya kok banyak juga aktivitas
seru yang bisa dilakukan di Kota Tua ini. Diantaranya:





  • Museum Tour




Bicara Kota Tua,
ngga jauh-jauh tempat mainnya pasti ke museum. Emang sih, buat kebanyakan orang
mungkin museum adalah salah satu tempat yang membosankan. Aku sendiri termasuk
orang yang ngga terlalu suka main ke museum, tapi buatku sesekali perlu untuk
mencoba. Karena aslinya museum tidak semembosankan yang aku pikir. Terlebih
kalau kalian udah mulai ngerasa ngga kuat ngadepin sengatan matahari di Kota
Tua, mending langsung aja cuss masuk
ke museum, jadi bisa sekalian ngadem. Hehehe





Photo taken by @fajrinherris




2 museum di Kota Tua
yang pernah aku masukin, yaitu Museum Fatahillah dan Museum Wayang. Di Museum
Fatahillah itu ada penjara bawah tanah juga yang boleh dimasukin pengunjung. Selain
dua museum ini, masih ada museum lain yang bisa dikunjungi, yaitu Museum Bank
Indonesia, Museum Bank Mandiri, dan Museum Seni Rupa dan Keramik. Ohiya, jangan
lupa semua museum tutup di hari SENIN,
jadi pastikan kalau mau coba museum tour di Kota Tua ke sininya hari lain ya^^





  • Keliling Kota Tua Naik Sepeda Ontel




Yak. Ini adalah salah
satu aktivitas seru yang bisa kita lakukan saat wisata ke Kota Tua Jakarta. Sayangnya,
aku sendiri belum pernah coba sih, baru sekadar ingin. Suka banyak pertimbangannya,
dari mulai harga sewa sepedanya yang belum bersahabat sama dompet aku sampai
waktu kunjungan yang kadang cuma bentar terus datangnya pun pas matahari lagi
di atas kepala banget. Buat foto-foto sih ya bagus, tapi kayanya ngga bagus
buat kesehatan kulit. Wkwk. *alibi lain
dari malas papanasan
Tapi, suatu saat bakal aku wujudin kok itu keinginan
buat sepedaan di Kota Tua sore-sore. Ada yang mau nemenin kah? :D





  • Ngopi cantiks di Join X Jeera




Ahhh ini sih yang
ngga akan skip aku lakuin kalau ke
Kota Tua lagi . Entah aku seneng aja nemu tempat ngopi yang letaknya ada di
pojokan Lapangan Museum Fatahillah ini. Yang bikin seneng tuh tempatnya enakeun
buat nongkrong berlama-lama, staffnya ramah dan selow, pilihan kopinya banyak,
dan paling terpenting harganya reasonable.
Buat tempat wisata sekelas Kota Tua Jakarta, harga yang ditawarkan coffe shop ini ngga bikin dompet jerit-jerit,
harganya standaran coffe shop aja.
Sukakkk. Favorit aku di sini Kopi Paradisenya, must try! Buat pecinta kopi, kalian juga akan dimanjakan dengan
banyaknya biji kopi yang bisa dipilih. Ntapss
khan.





  • Wisata Kekinian di Magic Art 3D Museum




Meskipun mempunyai
nama akhir “museum”, museum ini berbeda dari museum biasanya yang berisi
benda-benda bersejarah, makanya kubilang wisata kekinian. Karena museum ini
berisi lukisan-lukisan 3 dimensi yang bisa menguji tingkat kreativitas pengunjungnya.
Wkekeke. Soalnya kalau foto-foto di
sini ngga bisa gayanya yang cuma senyum menye-menye doang. Harus totalitas biar
fotonya tampak seperti nyata. Gimana? Berani coba?





  • Wisata Kuliner Pinggir Jalan (food street)




Layaknya tempat
wisata pada umumnya, di Kota Tua juga ada banyak pedagang yang menjajakan dagangannya
di pinggir jalan. Ngga ada kuliner spesifik yang aku rekomendasiin sih, soalnya
biasanya aku kalau makan di sini random aja. Sesuai lagi inginnya makan apa
atau senemunya. Kadang makan nasi pecel, kadang makan siomay, atau kadang ya
jajan-jajan lucuk aja beli cimol atau telor gulung gitu. Nah, kalau menjelang
sore ke malam, di area luar Museum Fatahillah juga banyak jajanan pinggir jalan
yang bisa ditemui, lengkap dengan area makan lesehan pinggir jalan yang disediakan.
Lagi lagi, di sini juga aku random aja pilih makanannya. Buat rasa sih ngga terlalu
rekomen menurutku (enak dan tidak enak
kan cuma soal selera; relatif lah)
, tapi kalau buat experience, ya tentunya layak buat dicoba.





Itu dia 5 aktivitas seru yang bisa dilakukan saat berwisata ke Kota Tua Jakarta. Buat urusan akomodasi, tentunya juga ngga perlu khawatir. Ada banyak pilihan hotel di Jakarta yang bisa teman-teman temui di website Pegipegi atau kalau mau lebih praktis, tinggal download aja aplikasi Pegipegi di smartphone.





Bisa cari hotel sesuai lokasi terdekat dari tempat wisata




Bisa pilih dari list rekomendasi Pegipegi juga. Biar ngga terlalu bingung




Cari hotel murah atau hotel unik? Bisa! Atau mau cari hotel yang deket banget sama Kota Tua? Juga bisa banget. Dan yang aku suka dari Pegipegi ini adalah, PROMONYA. Asli sih kalau ngecekin rate hotel di Pegipegi mah hawanya bikin pengin staycation muluk! HAHAHA.





Aku sendiri waktu
itu nginepnya di MaxOne Hotel Glodok. Salah satu hotel bintang 3 yang ada di
kawasan pecinannya Jakarta. Hotelnya cukup nyaman, pelayannya juga oke, kamarnya
so-so lah ya yang penting sih bersih dan lokasinya juga ngga terlalu jauh dari Stasiun
Jakarta Kota. Luvvv~ See you next post,
uliners!


Rekomendasi Tempat Wisata Murah di Jakarta Ala TukangUlin

JAKARTA - Halo Uliners, kalau di postingan sebelumnya aku udah bahas tentang ragam budaya Betawi yang aku temui di acara Festival Tempo Doeloe 2018. Kali ini, aku bakal bahas tentang tempat wisata murah di Jakarta. Yakali kan, TukangUlin gak bahas soal per-ulin-an :p


Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan buat main-main di Jakarta, LAGI. Yash! Ternyata, biarpun rumah deket aja di Bogor, dan lumayan sering bolak balik Jakarta, aku malah baru 2 kali doang explore Jakarta. Kenapa juga selama ini ngga pernah kepikiran buat explore Jakarta yak? Padahal, masih ada banyak banget tempat wisata murah di Jakarta yang belum aku datangin. Biasa kali kalau dekat mah emang suka ngga keliatan, yang jauh malah dicari-cari :s


Selama ini, aku kalau ke Jakarta, mainnya emang "cari aman" aja sih. Ke tempat-tempat yang emang "keliatan", kaya Monas atau Kota Tua gitu.  Itu pun, kalau ke Kota Tua, ya aku beneran main di area wisata Kota Tuanya aja. Ngga pernah yang asruk-asrukan (Ini apa ya padanan bahasa Indonesianya? :s), ya semacam menelisik gitu lah. Itu tuh aku belum pernah.




[caption id="attachment_630" align="aligncenter" width="600"]museum wisata bahari jakarta Sok Syantik! | Dipotoin bang @dwanddd[/caption]

Makanya waktu jalan kaki dari Stasiun Kota ke hotel yang ada di kawasan Glodok, aku kok takjub. Banyak bangunan-bangunan menarik buat hunting foto. Sayang aja kameranya belum kebeli lagi :( Dan, baru ngeh kayanya ini kali pertama deh aku menjejak di daerah Pecinannya Jakarta.


Dan kenapa yang aku highlight tempat wisata murah di Jakarta? Karena rata-rata orang kan mikirnya, di Jakarta apa-apa tuh mahal ya? Dulu sih, aku mikirnya gitu. Tapi, mungkin, biaya hidupnya aja yang mahal. Kalau tempat wisatanya mah, yang murah juga ada kok!


Tapi ini wisatanya bukan wisata hore-hore yak, ini masuknya wisata sejarah. Cocok buat uliners yang suka sejarah, buat yang ngga suka-suka amat sama sejarah macem aku, tempat-tempat ini tetap menarik kok buat dikunjungi (baca: buat foto-foto). Lagian, jalan-jalan itu kan ngga selalu soal perginya ke mana, terpenting itu perginya sama siapa. Kalau perginya sama orang-orang menyenangkan, ke mana pun pasti akan bikin senang. *tsahh




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]travel mate Bukan ke mana tapi sama siapa. Ya sama mereka inilaaah![/caption]

So, ikutin terus cerita aku buat tau rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta ala Tukang Ulin karena kali ini ngga aku bikin list, cuma aku tandai aja. Jangan lupa siapin cemilan karena ini bakal panjang banget ceritanya :D OK. Enjoy!!


Siang itu, aku dan tim GenPI baru jalan dari hotel sekitar jam 11  siang. Seperti biasa, langit Jakarta lagi terik-teriknya. Untung aja di mobil mah adem. Sebelum mobil terparkir, Ayah Rico sempat ngasih tau tentang pasar paling fenomenal di Jakarta, yang bisa juga dimasukin sebagai salah satu tempat wisata murah di Jakarta, yaitu Pasar ASEMKA. "Nyari apaan aja murah-murah di sana", kata Ayah Rico.


Hmm, aku sendiri belum pernah sih ke Asemka, tapi setelah dengar pernyataan ini secara berulang dan dari orang yang berbeda-beda, aku jadi percaya. Dan, langsung masukin pasar Asemka ke daftar kunjungan wajib kalau nanti ada kesempatan buat explore Jakarta lagi. Selain Masjid Istiqlal, pastinya. Iya. Sampai saat ini belum-belum juga ke Istiqlal. Ampun deh :v



Tempat pertama yang kita datangi hari itu adalah, Vihara Dharma Bhakti. Lokasinya ngga begitu jauh dari hotel MaxOne, tempat kami menginap. Sebelum sampai ke Vihara, kami berjalan kaki melewati pasar. Pasar Petak Sembilan, namanya. Dari awal menginjakkan kaki di pasar ini, aku udah excited banget!! Karena hampir semua toko di pasar ini menjual pernak-pernik khas imlek. Dari mulai lampion, angpao, kue keranjang, pokoknya semua pernak pernik imlek ada deh di sini, lengkap.





Sambil berjalan mengimbangi yang lain, mataku sendiri ngga bisa berhenti mencari-cari celah toko yang bisa dijangkau. Aslinya, aku lagi nyari toko yang jual cheongsam. Wkekeke. Baju tradisional Cina yang udah dari lama banget pengin aku punya, tapi susahnya bukan main nyari yang ukurannya pass :v


Ngga ngerti kenapa ya, aku selalu punya ketertarikan lebih sama segala hal yang berhubungan dengan budaya Cina. Mungkin, itu juga yang bikin aku selalu suka berkunjung ke Vihara setiap kali lagi JalanJalan ke luar kota. Apa ini juga pertanda kalau suatu saat aku bakal bisa menginjakkan kaki di negara China? Whehehe. Di-aamiin-in dulu aja, boleh ya?



Vihara Dharma Bhakti atau Kelenteng Jin De Yuan sendiri ada di ujung pasar Petak Sembilan ini. Itulah kenapa, vihara ini dikenal juga dengan nama Vihara Petak Sembilan. Vihara ini merupakan salah satu vihara tertua yang ada di Jakarta. Dibangun sekitar tahun 1650 oleh Letnan Guo Xun-Guan dengan nama GUAN YIN TING. 1740 sempat rusak terbakar saat masa pembantaian orang tionghoa oleh kolonial VOC. Pada tahun 1755, direkontruksi oleh kapiten Oey Tjie dan berganti nama menjadi Jin De Yuan/Kim Tek Le. Konon, kata kelenteng merupakan serapan bahasan dari nama kelenteng ini (Kim Tek Le).


Vihara darma bakti glodok


Dari segi ornamen bangunan, Vihara ini memang nyaris sama seperti vihara-vihara lain. Tapi, ada satu hal menarik yang baru aku temui di Vihara ini, yaitu tradisi pelepasan burung pipit. Tradisi ini dipercaya bisa memanjangkan umur, dan bagi orang Buddha, hal ini dipercaya sebagai salah satu karma baik. Untuk jumlah burungnya sendiri, biasanya dihitung berdasarkan umur. Atau bisa juga diniatkan untuk 1 keluarga, dengan jumlah burung yang dilepas sekitar 50 ekor. Untuk melalukan tradisi ini, tidak harus menunggu momen-momen tertentu, seperti imlek, dilakukan setiap hari juga boleh.




[caption id="" align="aligncenter" width="592"]tradisi-pelepasan-burung-pipit Tradisi pelepasa burung pipit[/caption]

TIPS. Buat Uliners yang mau ke sini, jangan lupa untuk minta izin terlebih dulu ke petugas jaga sebelum ambil foto, karena ada beberapa area juga yang ngga boleh di foto. Dan karena ini tempat ibadah, gunakan pakaian yang sopan. Dan tentu, jangan sampai mengganggu aktivitas orang-orang yang sedang beribadah, yes.


Btw, kalau "wisata"nya ke tempat ibadah bukan murah lagi yak, tapi gratis~




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]museum wisata bahari jakarta Foto milik @dwanddd[/caption]

Selesai dari Vihara, tempat wisata murah di Jakarta selanjutnya yang kami datangi adalah, Museum Wisata Bahari. Lokasinya ada di sebrang pelabuhan Sunda Kelapa. Dulunya, gedung ini di bangun Belanda sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah. Setelah masa kemerdekaan, gedung ini berubah menjadi kantor telekomunikasi. Barulah pada 17 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari. Segala hal yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, koleksinya ada semua di museum ini.




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]museum wisata bahari Foto milik @dwanddd[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"]museum wisata bahari jakarta Salah satu sudut koleksi yang ada di Museum Wisata Bahari Jakarta | Foto milik @fajrinherris[/caption]

Untuk jam operasionalnya, dibuka mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB. Dan ingat ya, semua museum TUTUP di hari Senin. Tiket masuknya, untuk dewasa Rp. 5.000 saja, untuk Mahasiswa Rp. 3.000, untuk pelajar Rp. 2.000, dan ada harga khusus buat rombongan.


Apa yang menarik di museum ini? Semua hal menarik kalau kamu suka sejarah, dan atau suka hal tentang kebaharian. Tapi 1 sih yang pasti, tempatnya bagus dan instagram-able banget :s Teman 1 tim aku, malah kepikiran buat pre-wed di sini lho. Kamu mau coba juga, mungkin?




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]Museum Wisata Bahari jakarta Sudut-sudut Instagram-able di Museum Wisata Bahari Jakarta | Foto milik @dwanddd[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"]museum wisata bahari Ini contoh aja :p | Foto milik @dwanddd[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"]menara syahbandar Jakarta Foto milik @fajrinherris[/caption]

Tepat di depan jalan masuk Museum Wisata Bahari, ada lagi satu tempat wisata murah di Jakarta yang ngga boleh uliners lewatkan, yaitu Menara Syahbandar. Konon, pada masanya menara ini merupakan menara tertinggi di Batavia. Menara ini juga jadi saksi bisu merapatnya kapal-kapal penjajah di Pelabuhan Sunda Kelapa.




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]Menara syahbandar jakarta Foto milik @fajrinherris[/caption]

Sayangnya, aku baru tau kalau  menara ini tuh boleh dinaikin :( Hiks. Lain waktu ke sini lagi harus naik lah pokoknya. HARUS! Tepat di samping menara Syahbandar, ada juga prasasti yang ternyata merupakan penandan 0 KM Kota Jakarta tempo doeloe. Baru ditahun 1980 sampai sekarang, titik 0 KM Jakarta berpindah ke Monas.




[caption id="" align="aligncenter" width="337"] Ini dia tugunya! | Foto milik @fajrinherris[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"]pasar ikan muara angke Serasa ingin boronggg aja semuah | Foto milik @fajrinherris[/caption]

Usai kunjungan ke Museum, tempat selanjutnya yang kami datangi adalah, Pasar Ikan Muara Angke, sekalian makan siang yang kesorean juga nih di sini. Pecinta ikan dan seafood sih wajib banget lah ke sini. Berbagai jenis seafood bisa kamu temui di sini, diantaranya ada kepiting, lobster, udang, cumi, kerang, dan aneka jenis ikan, yang aku ngga hafal namanya. Kesemua ikan dan seafood yang ditawarkan masih segar-segar dan bisa langsung diolah di rumah-rumah makan yang tersedia di sana.


Untuk biaya memasaknya, dihitung per KG ikan atau seafood yang kita beli. Kalau aku ngga salah ingat, di warung tempat aku makan harganya itu sekitar Rp. 30.000/kg, dan untuk nasi dihitungnya Rp. 10.000/orang. Diolahnya bisa minta sesuai selera, digoreng atau dibakar, pilihan sausnya juga banyak, saus padang, asam manis, lada hitam, banyaklah pokoknya.




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]pasar ikan muara angke Udang tepungnya keras :( | Foto milik @fajrinherris[/caption]

TIPS. Kalau ke Pasar Ikan, ajak orang yang JAGO nawar. Karena, seperti kebanyakan pasar pada umumnya, sistemnya tawar menawar ya. Aku sih ngga paham juga ya kemaren itu kami dapet harga murah apa gimana, jarang ke pasar sih, jadi ngga bisa membandingkan. TIPS kedua. Selektif nyari rumah makan (googling aja cari yang paling rekomen), terpenting sih pastiin dulu harganya di awal. Kalau tempat aku makan kemarin, rasanya kurang rekomen menurutku, biasa saja :s




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]pasar ikan muara angke Yang seneng banget abis jajan Ikan wkwk | Foto milik @fajrinherris[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Salah satu tempat makan yg bisa kalian coba | Rekomen dari om google | Aku ngga makan di sini, btw.[/caption]

Dari Pasar Ikan, sebetulnya masih ada 1 tempat lagi yang mau kita kunjungi, yaitu Masjid Luar Batang. Tapi karena kesorean, akhirnya ngga jadi. Aslinya, aku emang udah pernah sih ke Masjid Luar Batang ini. Inget kan, waktu aku bilang ngajak buk-Ibuk pengajian ke KoTu? Nah, awalnya tuh ke sini dulu.




[caption id="" align="aligncenter" width="600"]Masjid luar batang Masjid Luar Batang | Foto milik @fajrinherris[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="600"] Foto milik @fajrinherris[/caption]

Masjid ini emang ramai banget sama peziarah. Karena di Masjid ini juga memang ada makam keramatnya Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Yang tidak lain dan tidak bukan, merupakan pendiri Masjid yang didirikan pada abad ke-18. Masjid ini sekarang menjadi salah satu bangunan ibadah bersejarah yang ada di Jakarta. Sumber: Wikipedia – Masjid Luar Batang.


Setelah dari Pasar ikan, kami kembali ke panggung pertunjukkan Festival Tempo Doeloe yang ada di Lapangan Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Sebenernya di area sini juga banyak sih yang bisa dijadiin rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta. Tapi kayanya bakal aku tulis terpisah aja, biar nda kepanjangan yes.




[caption id="attachment_632" align="aligncenter" width="600"]tukang ulin com Saranghaee | Mianhe too muka hinyayyy ~ | Kalo ini difotoin yay @fajrinherris[/caption]

Teman-teman ada yang udah pernah ke salah satu tempat yang aku rekomendasiin ini belum? Atau malah ada yang udah pernah ke semua tempat ini? Atau justru punya rekomendasi tempat wisata murah di Jakarta yang lainnya? Boleh dong share di komentar biar bisa aku masukin ke daftar tempat yang mau aku kunjungi kalau explore Jakarta lagi. See ya next post, uliners!

Ada Apa Aja Di Festival Tempoe Doeloe 2018?

Festival Tempoe Doeloe, JAKARTA - Halo Uliners! Lama banget ngga update blog, sekalinya update TukangUlin langsung mau ngajak main nih. Mainnya ke mana? Eits, santai, kali ini ngga jauh-jauh kok mainnya, kita ke Jakarta aja yoks. Kebetulan, akhir minggu ini (Sabtu & Minggu, 10-11 November 2018) di Jakarta, tepatnya di Kota Tua, bakal digelar satu event besar, Festival Tempoe Doeloe 2018.


Nah, karena lokasinya di Kota Tua, udah paling bener kalau dari Bogor perginya naik kereta jurusan Kota. Dari stasiun Kota, tinggal sambung jalan kaki aja deh sampai depan Lapangan Museum Sejarah Jakarta, tempat digelarnya festival ini.


Ngomongin soal Kota Tua, udah pasti ngga jauh-jauh bercerita soal sejarah, ya kan? Dan, tentu aja, Kota Tua juga punya sejarah tersendiri buat aku. KOTA TUA, jadi tempat wisata di Jakarta yang bikin aku untuk pertama kalinya suka sama kota ini.


Alasannya? Ya apalagi kalau bukan karena MURAHnya. Dulu, zamannya masih ada kereta ekonomi, cuma modal 2rebu perak aja, kusudah bisa main-main ke Jakarta. Yaaa, sekarang juga masih murah sih, cuma 6rebu, keretanya udah bagus, pun. Makanya, sampai sekarang, buat aku, Kota Tua masih jadi tempat wisata favorit di Jakarta.




[caption id="attachment_608" align="aligncenter" width="640"]Kota Tua Jakarta Salah satu momen bersejarah nih bawa rombongan bukibuk ke Kota Tua[/caption]

Dan, kayanya, bukan cuma aku deh, yang jadiin Kota Tua sebagai tempat wisata favorit di Jakarta. Terbukti, kawasan Kota Tua ini ngga pernah sepi pengunjung, apalagi di akhir pekan. Ngga usah dibayangin gimana ramenya pas hari libur, hari biasa aja, kawasan ini tetap ramai.


Yang ternyata, ditilik dari sejarahnya, kawasan Kota Tua ini emang udah hits sejak abad ke-17, dan ya dulu namanya masih Batavia. Batavia ini jadi kota cantik yang sering juga disebut Queen of the East. Yang mana, Batavia juga dirancang VOC buat jadi pusat ekonomi, perdagangan, dan kekuasaan kolonial. Bahkan, kota ini dirancang sebagai kota dunia dan menjadi role model buat New York, Colombo, sampai New Zealand.


Sempat menjadi rujukan dunia dalam hal budaya, gaya hidup masyarakat Queen of the East ini juga populer dengan nama Bataviase Novelles, yang ngga kalah ikonik. Sama lah kaya sebutan Parisian buat orang Paris, gitu. Tapi, seiring berjalannya waktu, sejarah Batavia pun berubah dan semakin "berwarna". Yang akhirnya, membuat sejarah Kota Jakarta saat ini, bisa dibilang luar biasa. Kekayaan sejarah dan budaya inilah yang akan coba dihadirkan kembali di Festival Tempoe Doeloe 2018 ini.


Festival Tempoe Doeloe 2018

Jadi tuh, uliners yang datang bakal diajak seolah-olah melewati lorong waktu, dan berada di masa saat Jakarta masih diduduki penjajah. Setting tempatnya juga udah pas banget kan tuh. Di Kota Tua, ada banyak gedung-gedung bersejarah bergaya kekunoan, yang akan bikin suasana tempo doeloenya berasa lebih kental. Didukung dengan, akan diadakannya zona pertunjukan teater sesuai era tahun tertentu.


Yang mana, pengunjung atau uliners yang datang WAJIB pakai pakaian era tersebut alias pakaian jadul :p Kalau udah pakai pakaian jadul, otomatis pengunjung juga sudah ikut berperan di pertunjukan teaternya. Ssst, dari info yang aku dapet, pengunjung dengan dress code tempo doeloe terbaik bakal dapet hadiah menarik lho. So, jangan lupa siapain kostum terbaiks kamu dari sekarang ya, uliners! Siapa tau isinya jodoh  :)) Jodoh sama kamu hadiahnya, maksudnya :p


Ngga cuma itu aja, Festival Tempoe Doeloe yang rutin diselenggarakan tiap tahun ini juga akan menghadirkan banyak pertunjukan-pertunjukan menarik seperti, berbagai atraksi seni budaya, pameran industri kreatif, fashion show Tempoe Doeloe, atraksi permainan tradisional, dan yang ngga boleh ketinggalan buat dicobain adalah KULINERnya. Ohiya, bakal ada bazar juga. Waaah, pokoknya siap-siap deh menghabiskan waktu seharian di Festival Tempoe Doeloe, Kota Tua & Kepulauan Seribu, Jakarta.


Menjadi destinasi terbaik, Festival Tempoe Doeloe juga akan menghadirkan lukisan, litografi, dan beragam dokumen penting Batavia. Ikatan emosi masa lalu juga dikuatkan melalui Suma Orientale: Batavia Ternate Abad ke-16. Sub event ini menyajikan demonstrasi sketsa, siluet, pantomim, dan street art.


Untuk kolektor barang antik, Festival Tempoe Doeloe juga akan menghadirkan "surga kecil" buat kalian. Karena akan ada Urban Archeology, yang akan melelang beragam barang antik, buku tua, dan beragam pernah pernik batavia lainnya. Dan, untuk lebih menguatkan nuansa Memory of Batavia and Jayakarta, akan ada pemutaran film mini yang bertema Batavia, seperti Sultan Agung, Fatahilan, dan Scandal at Staadhuis.


Duh, jadi ngga sabar buat datang ke Festival Tempoe Doeloe, Sabtu besok. Nanti, bakal aku update lagi di blog ini cerita lengkap keseruan acaranya ya, uliners! See ya^^

Enjoy Explore Jakarta Bareng Indonesia Corners

Enjoy Explore Jakarta Bareng Indonesia Corners - Halo Uliners! JAKARTA, pertama kali menjejakan kaki di kota ini... Kayanya sih waktu kecil deh! Buat orang Bogor kaya aku, jalan-jalan ke luar kota (((LUAR KOTA))) yang paling mudah dan murah dari segi transportasi yaa cuma ke Jakarta. Samar-samar aku ingat, dulu pernah diajak jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan. Dari yang pertama itu, rasanya aku gak pernah lagi pergi ke Jakarta sampai lulus SMA. Itupun, kembali ke Jakarta bukan dalam rangka liburan, tapi mengadu nasib cari kerjaan di Ibu Kota. Mau se-muram apa wajah Jakarta (katanya), kota ini tetap memesona buat dijajaki dalam hal mencari rezeki.


Inget banget, pesan Bapak waktu pertama kali melepas anaknya pergi sendirian ke Jakarta buat interview kerja, "Hati-hati. Kalau mau nanya jalan jangan ke sembarang orang, mending jajan aja ke warung beli minum atau apa terus sambil nanya" Hahaha, dan saran itu benar-benar berguna buat aku, yang saat itu sangat "buta" Jakarta. Belum lagi, Ibu yang terus mewanti-wanti biar aku tetap waspada, karena katanya di Jakarta banyak copet. Tapi alhamdulillah, gak pernah ada kejadian apa-apa yang gak ngenakin selama pergi-pergi ke Jakarta. All is well. Jakarta kota yang ramah, dan selama kita waspada, semua akan baik-baik aja :)


Wisata Sejarah Monas

Dulu, aku mikirnya, semua yang ada di Jakarta itu pasti mahal, kan sebutannya aja Kota Metropolitan. Tapi, ternyata ngga gitu juga lho. Terlebih waktu, pertama kali aku diajak jalan-jalan ke Kota Tua, lihat bangunan-bangunan megah peninggalan Belanda, yang bisa dinikmatin secara gratis, dengan akses yang sangat mudah. Soalnya cuma tinggal naik kereta dari Bogor sampai stasiun akhir (Stasiun Kota), terus tinggal jalan deh. Lain cerita waktu jamannya kereta masih bisa berhenti di setiap stasiun, turun kereta di Gambir, tinggal jalan kaki ke MONAS, masuknya juga gratis! *masuk halaman Monasnya aja yang gratis.


Nah sekarang, sejak jadi blogger, aku jadi lumayan sering juga nih pergi ke Jakarta, ya tapi seringnya cuma buat datang ke acara blogger aja. Kalau menyengaja buat jalan-jalan sih rasanya terakhir itu 3 atau 4 tahun yang lalu gituuu.




[caption id="attachment_163" align="aligncenter" width="500"]Enjoy explore Jakarta photo doc by @idcorners[/caption]

Makanya nih, waktu Indonesia Corners, bikin acara bertajuk exploring Jakarta dengan tawaran nikmatin Jakarta malam dari atas puncak MONAS, aku langsung semangat buat ikut! Beberapa kali ke Monas, belum pernah coba naik soalnya. Aku mah anaknya hemat, ke Monas cuma foto-foto doang di halamannya juga udah cukup. Kalau naik musti bayar dan antri soalnya :p


Sabtu, 22 Oktober 2016, sekitar jam 1 siang aku sampai di Gedung Serbaguna Balai Kota Jakarta, dan udah ada sekitar 30an blogger yang bakal  ikut meramaikan acara #EnjoyJakNight hari itu. Selesai pembukaan dan briefing, kami pun diajak untuk melihat kantornya Jakarta Smart City (JSC). Wah, aku baru tau kalau Jakarta udah mengadopsi sistem smart city ini buat pelayanan publiknya, kereeenlah! Lebih keren lagi, di kantor yang berisi banyak anak-anak muda yang sibuk "mantau" Kota Jakarta ini, juga punya co-working space yang boleh dipakai siapa aja.


Wisata Jakarta Smart City

Masih di satu lokasi yang cuma terhalang kaca bening, kita juga bisa ikutan mantau secara langsung keadaan Jakarta hari itu. Mantau lalu lintas, mantau masalah pengaduan-pengaduan yang dilaporin sama warga Jakarta, sampai progres penyelesaian dari aduan itu pun bisa kita pantau. Jadi, sistemnya benar-benar transparan gitu. Terus, buat warga Jakarta yang mau bikin pengaduan soal fasilitas publik yang rusak, tinggal bikin pengaduan lewat aplikasi yang namanya QLUE (available in play store). Tapi, hati-hati ya jangan bikin pengaduan palsu :))




[caption id="attachment_146" align="aligncenter" width="500"]Wisata Jakarta Smart City Layar Monitoring Jakarta Smart City[/caption]

Selesai mendapat penjelasan lebih jauh tentang sistem dan cara kerja Jakarta Smart City, kita pun melanjutkan agenda kedua, untuk explore Balai Kota Jakarta. Awalnya, aku agak roaming sih, maksudnya mau ngapain, jalan-jalan kok ke Balai Kota, hehe *Maap yak aku emang jarang city tour gitu, jadi gagal paham. Ternyata, tujuannya gak lebih dan gak kurang adalah untuk tahu sejarah kota Jakarta dimulai dari gedung yang jadi pusat pemerintahannya ini. Kalau menurut aku sih, kurang lebih rasanya sama kaya jalan-jalan ke museum gitu. Wisata Balaikota ini dibuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu, dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, dan gak ada tiket masuk alias haratis!


Wisata Balaikota Jakarta

Wisata Balaikota Jakarta

Puas menelisik setiap sudut Balai Kota, perjalanan kita selanjutnya ada pergi ke Kota Tua! Buat menuju Kota Tua dari Balaikota itu cukup mudah, soalnya ada shelter Bus City Tour, persis di depan gedung Balaikota. Kita cukup nunggu beberapa saat (waktu nunggunya gak pasti sih), dan bus kece bertingkat yang ternyata bernama “Mpok Siti” pun siap bawa kita buat keliling Jakarta dengan GRATIS! *Akhirnya bisa juga deh nemu wisata hemat di Jakarta yaa




[caption id="attachment_149" align="aligncenter" width="350"]Bus City Tour Jakarta "Mpok Siti" yg nganterin keliling Jakarta[/caption]

Bus City Tour ini punya 3 tema berbeda, ada rute History of Jakarta (Wisata Sejarah), rute Shopping Experience (Wisata Belanja), dan juga rute Art&Culinary (Wisata Budaya dan Kuliner). Untuk rute Wisata Sejarah dan Wisata Belanja jadwal operasionalnya, Senin – Sabtu dari jam 09.00 – 17.00, khusus hari Minggu beroperasional dari jam 12.00 – 20.00. Sedangkan, rute Wisata Budaya dan Kuliner khusus beroperasional di malam minggu dan malam libur nasional dari jam 17.00 – 23.00.


Dan perlu diperhatikan juga nih di halte mana aja kita bisa naik atau turun dari Bus City tour ini, soalnya kita kan gak bisa berhenti di sembarang tempat *yaakaliii dikira lagi naik kopaja :v Untuk info rute-rute yang dilewatin Bus City Tour ini, bisa teman-teman lihat di Peta Rute Bus City Tour.


Enjoy Explore Jakarta

Berkat explore Jakarta kali ini jalanya bareng Indonesia Corners, kita jadi bisa dapat kesempatan buat naik Bus City Tour secara eksklusif! Yang dinaikin rombongan kita doang lho. Dan spot paling diincer dari bus tingkat gini, di mana lagi kalau bukan di tingkat atasnya, yakaan? Nah, aku kira, di Bus City Tour gini bakal ada tour guide, ternyata ngga ada.




[caption id="attachment_150" align="aligncenter" width="500"]Enjoy Explore Jakarta Pemandangan "khas" Kota Jakarta[/caption]

Tapi, mbak-mbak petugas yang udah ramah sedari awal kita naik juga gak tinggal diem kok. Mbaknya, ngajakin kita seru-seruan dengan mancing para artis blohher buat nyanyi, salah satunya artis kita RAISA yang diminta nyanyi Ondel-Ondel tapi malah gak hafal karena aslinya emang orang Palembang :p Ini strategi yang cukup menarik juga sih buat pengalihan isu, bukan isu politik yak, tapi isu macet, kan mayan kalau sambil seru-seruan mah macet juga jadi gak berasa kezel.




[caption id="attachment_164" align="aligncenter" width="500"]Wisata Kota Tua Jakarta Pak Ari yang menjelaskan ttg Sejarah Kota Tua Jakarta[/caption]

Setelah melalui rute, Balaikota – Patung Gajah – Gedung Arsip – Glodok sampai deh kita di kawasan Kota Tua Jakarta. Sebelumnya, kita juga sempat tour guide spesial, yaitu Pak Ari Sulistyo dari Unit Pengelola Kota Tua, yang jelasin lebih detail tentang sejarah gedung-gedung yang berdiri megah di sepanjang kawasan Kota Tua ini. Tapi kunjungan kita di Kota Tua gak lama kok, cuma turun buat foto-foto aja. Tapi sayangnya, aku malah gak bisa ambil foto gara-gara kamera yang aku bawa kehabisan baterai dan gak punya baterai cadangan.


Dan sialnya lagi, HP juga ikuta ikutan lowbat *pffft Di sini aku ngerasa nyesel banget kenapa selalu maju mundur tiap kali mau beli powerbank! Dari dulu emang agak menghindar sih dari pemakaian power bank, tapi kayanya perlu deh, apalagi sekarang udah mulai sering pergi jalan gini. Aku butuh power bank berkapasitas besar dan efisien, dan udah punya fitur fast-charging. Perfect-lah yaaa! Abis ini gak ada lagi acara maju mundur buat beli power bank, yakin deh, asal makenya bijak insyaAllah aman dari kejadian bocor batre.




[caption id="attachment_157" align="aligncenter" width="500"]Enjoy Explore Jakarta photo doc by @idcorners[/caption]

[caption id="attachment_168" align="aligncenter" width="500"]Enjoyjaknight in frame : Mas Fajrin & Ka Melly[/caption]

Di Kota Tua, kita turun sebentar bangeeet, cuma sempat foto bersama di depan Museum Fatahillah. Padahal, aslinya sih masih ada beberapa museum yang bisa dikunjungi. Ada Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang dan Museum Keramik. Buka setiap hari Selasa – Minggu, jam 09.00 – 15.00 untuk hari Senin dan hari libur nasional, museumnya ikutan libur alias tutup^^


Suasana Kota Tua di Sabtu sore itu benar-benar full of human, ruaaame pwoll deh pokoknya. Dulu sih sering main ke KoTu tapi gak pernah bosan bolak balik berapa kali juga, malah pengin sesekali ngelewatin sore sampai malam di KoTu, seruuu pasti yaaa.




[caption id="attachment_156" align="aligncenter" width="500"]Enjoy Explore Jakarta photo doc by @idcorners[/caption]

Selesai foto bersama, kita balik lagi ke bus buat lanjutin perjalanan ke destinasi terakhir kita, yaitu MONAS alias Monumen Nasional *horaaay! Sesampainya di Monas, ternyata suasananya 11-12 sama Kawasan Kota Tua tadi, muehehe. Sepertinya semua orang memanfaatkan dengan baik waktu libur mereka buat jalan-jalan bareng keluarga yak!


Nah, sebelum naik-naik ke puncak Monas, kita semua kumpul dulu di Lenggang Jakarta, semacam sentra kuliner yang ada di Kawasan Monas ini. Kita semua makan nasi kotak yang dibagiin sama Indonesia Corners Team. Baik banget yah, udah diajak jalan-jalan dapat makan pulak! Selesai makan, kita diarahin buat antri.


Awalnya aku gak ngerti ini ngantri mau ngapain. Ternyata, antri buat naik kereta wisata yang bakal bawa kita sampai di kaki Monas. Fasilitas kereta ini for free alias gratis tapi cuma buat yang mau naik ke puncak Monasnya aja yaa.


Kereta Wisata di Monas Jakarta

Kalau dulu, naik ke pelataran puncak Monas cuma bisa dari jam 08.00 – 16.00 aja, sekarang udah bisa sampai malam nih. Buat pecinta view citylight kaya aku, ini sih udah pasti wisata yang aku incar bangetlaah! Apalagi, ini pertama kalinya aku bisa nikmatin citylight dari pusat kota, yang udah-udah nikmatin citylight-nya selalu dari atas bukit gitu.


Monas at night

Buat jam buka Wisata Malam di Monas, hari Selasa – Jumat dari jam 19.00 – 22.00, khusus Sabtu – Minggu tutupnya sampai jam 00.00, libur di hari Senin. Tiket untuk wisata malamnya, bisa mulai teman-teman beli dari jam 18.00, atau entah bisa gak ya beli tiket malam dari siang? Aku lupa tanya kemarin. Untuk harga tiket masuknya, cukup terjangkau juga, Dewasa 20.000, Anak-anak 10.000.


Lagi-lagi, aku dan rombongan Indonesia Corners, dapat kesempatan naik ke atas Monas secara eksklusippp, gak perlu antri tapi dikasih masuk lewat jalur khusus. Eiitss.. tapi jangan salah ya, kita gak menerobos antrian kok, cuma kita memang masuk di jam yang sebetulnya naik ke atas Monas ini di tutup untuk umum (jadi ceritanya jam 4sore sampai jam 7malam adalah jam istirahat lift-nya). Sesampainya di atas, aku sih gak bisa ngomong apa-apa selain, INDAH.


View Jakarta Night

Nikmatin kerlap kerlip lampu kota Jakarta dari ketinggian 115 meter diatas permukaan tanah, benar-benar jadi pengalaman baru yang luar biasa banget! Dan pemandangan yang paling mencuri perhatianku adalah, Masjid Istiqlal yang tampak berkilauan indah di malam hari.


Lebih lagi karena sampai saat ini hasrat untuk bisa menjejakan kaki di Masjid Istiqlal belum juga terlaksanakan, cooming soon, insyaAllah. Dan setelah sangat terpesona melihat pemandangan Jakarta malam dari atas pelataran puncak Monas ini, aku jadi pengin ngerasain view pas siangnya, pasti gak kalah keren! Ada yang mau nemenin? :D


Mantapnya lagi, pelataran puncak Monas ini, muat buat 50 orang lho. Jadilah kita, satu rombongan Indonesia Corners, tumplek heboh mengekspresikan kebahagiaan masing-masing, dari mulai foto-foto sampai yang live-instagram juga ada.


Untungnya, HP yang sempat lowbat dapat pertolongan dari powerbank punyanya Ka Melly, jadi saat yang lain seseruan narsis, aku bisa ikutan juga. Walaupun, hanya mengandalkan kamera handphone yang udah mulai usang dimakan usia, huhu. Rasanya butuh handphone baru nih, feel free to contact me kalau ada yang mau sponsorin gadget, hahaha.


Enjoy Explore Jakarta

Eh tapi waktu ikutan nyempil seseruan bikin video boomerang bareng Raisa Management, aku jadi naksir nih sama hp yang dipake Raisa *anaknya teh murahan banget ya, gampang naksir. Abis hasil videonya bagus banget padahal sumber cahaya cuma dari lampu doang.


Jelaslah aku naksir, beberapa kali datang ke acara yang kondisi tempatnya minim cahaya, bikin aku gak bisa berkutik karena kamera digital yang aku pakai lemah banget di area low light. Jadi kalau nemu hp berkamera bening gini tuh bawaannya suka pengin bawa pulang, hihi.


Setelah ngerasa udah cukup puas foto-foto, dan seseruan bikin video di atas pelataran Monas, tepat sebelum jam 7 malam kita udah diminta turun, karena sebentar lagi jamnya Monas dibuka lagi.


Sebelum benar-benar berpisah, rombongan Indonesia Corners nongkrong sebentar di area Cawan Monas. Ternyata duduk selonjoran di sini juga gak kalah menyenangkan. Kalau bisa duduk berdua sama Kamu di sini, pasti romantis banget *ihiiy berkhayal dimulai :p Ohiya, di dalam area Cawan ini juga terdapat Ruang Kemerdekaan dan Museum Sejarah Nasional Indonesia yang berisi diorama sejarah yang bisa teman-teman nikmatin.


Nah gimana, tertarik buat Wisata Kota di Jakarta? Yuks, ajak-ajak aku yaaaa, uliners!




[caption id="attachment_167" align="aligncenter" width="500"]Enjoyjaknight Salah satu spot foto di Balaikota | photo taken by @melfeyadin[/caption]

Puas Main Air Di Atlantis Water Adventures Ancol

Puas Main Air Di Atlantis Water Adventures Ancol - Halo Uliners!, setelah merasa jadi orang sok sibuk selama bulan Januari lalu, akhirnya sepanjang bulan Februari benar-benar aku manfaatin buat santai, lenyeh-lenyeh. Jadi, yang kemarin sempat baca soal to do list aku di buan Februari, percayalah sampai minggu awal bulan Maret ini hampir lewat, ketiganya masih on progress, belum ada yang kelarrr *toyordirisendiri 


Syukurnya, se-crowded apapun bulan Januari kemarin, tepat diakhir bulan aku masih sempat juga buat liburan. Lebih tepatnya sih, ngajakin Ibu yang beberapa waktu ini keliatannya lagi seneng kalau diajak ke mana-mana.


Kebetulan dapat free tiket buat masuk ke Atlantis-Ancol dari KEB (Kumpulan Emak Blogger) yang berlaku buat 3 orang. Karena Ibu belum punya calon mantu *ehhh jadi adik sepupu yang kebagian buat diajak ke Atlantis ini. Lagian, kayanya main-main air gini, emang lebih cocok kalau ajak dia.


Berbekal hasil googling tentang wahana apa aja yang ada di Atlantis, udah bisa dipastikan area yang aku pilih pasti kolam tanding. Bukan gegara aku jago berenang, bukan sama sekali, ini cuma karena aku sebenarnya gak pernah berani naik wahana seluncuran!! HAHA. Terbuka sudah aib memalukan yang satu ini :v



Dragon Slide

Suasana Atlantis siang itu, sama kaya hampir kebanyakan tempat wisata di hari minggu, yaitu penuh. Aku, Ibu sama Vadya, nyari-nyari tempat yang strategis buat duduk. Dan akhirnya kita berhenti di sekitaran kolam arus. Vadya langsung semangat bilang, "Teh, mau di situ ahh mainnya" Yes, dia emang lebih seneng main air ketimbang berenang beneran. huhu.


Atlantis Water Adventures


Dan bener aja, setelah kita ganti baju, Vadya langsung minta main di Kolam Arus. Sementara, Ibu yang gak mau ikutan basah-basahan, malah lebih seneng cuma jagain tas. Padahal, kalau Ibu mau basah-basahan juga, soal tas sih gak usah khawatir. Tinggal sewa loker aja, barang bawaan dijamin aman deh. Cuma, emang kalau Ibu ikutan nyebur, aku sama Vadya jadi gak ada yang fotoin :#


Atlantis Water Adventures


Arusnya beneran deras. Berasa lagi main-main di sungai hahaSelesai satu putaran, aku ajak Vadya ke kolam tanding. Niatnya pengin berenang beneran. Tapi apadaya, karena emang lagi rame banget. Jadi, berenangnya ya sedapetnya aja. Sambil liat perkembangan berenangnya Vadya aja. Soalnya, dia masih gak lancar berenangnya.


Atlantis Water Adventures


Atlantis Water Adventures


Atlantis Water Adventures


Biarpun tadinya agak males nemenin Vadya ke kolam anak-anak ini, karena suka ngiri sama dia yang kayanya asyik banget seluncuran, sementara aku, ahhh sudahlah. Tapi, lama-lama aku malah betah lho di sini. Kenapa coba? Itu lho gegara ada semburan air yang mirip air mancur itu. Diem di situ, ngebiarin punggung kena semburan air, rasanya seru kaya dipijit-pijit. Ternyata, kolam anak-anak emang lebih cocok buat aku, hahhaha.


Puas main seluncuran, Vadya ngajak aku balik ke kolam arus ditambah pengin sewa ban. Setelah tanya-tanya, ternyata sewa ban di sini untuk per 4 jam. Sayang banget waktu itu udah sore, dan kayanya kita sebentar lagi juga bakal pulang. Jadi, ya sayang juga kalau harus sewa ban tapi kepakainya cuma sebentar. Harusnya sih, kalau mau sewa ban dari pas pertama datang aja, biar puas pakenya. *gamaurugi :p


Atlantis Water Adventures


Selain ada 3 kolam yang udah aku sebutin di atas, Atlantis ini masih punya beberapa wahana lagi yang gak aku cobain. Salah satunya, Crazy The Highest & Longest Slide. Seperti yang aku bilang, aku emang gak pernah berani seluncuran. Jangankan yang setinggi dan sepanjang yang ada di Atlantis, yang seluncuran biasa pun aku gak berani >.<


Atlantis Water Adventures


Atlantis Water Adventures


Dan masih ada satu wahana lagi, yang baru aja launching tepat di awal tahun 2016 ini. Namanya Dragon Slide, yang entah kenapa, pas ke sini kemarin tuh aku gak nemu wahana yang satu ini ada di sebelah mana. Mungkin siwer sama banyaknya pengunjung kali yah *halesyaan.




[caption id="" align="aligncenter" width="320"]Atlantis Water Adventures Foto dari AyoPelesiran.com[/caption]

"Coba bayangkan bagaimana rasanya terombang-ambing dalam arus deras di ruang berbentuk bola, lalu meluncur dengan zig-zag dan merasakan goncangan dalam pipa sepanjang 140 meter dengan kecepatan 12, 6 KM/jam!..."


Tulisan lengkapnya bisa dibaca di sini



Naaah kan, jangankan nyoba, ngebayanginnya aja aku udah ngeri sendiri, hihi. Tapi buat teman-teman yang sukaaa banget tantangan, suka hal-hal yang memicu adrenalin, kayanya harus deh cobain wahana barunya Atlantis yang ini ^^


Liburan emang gak harus selalu pergi ke tempat yang jauh, daaan mungkin yang terpenting dari liburan juga bukan tentang pergi ke mana, tapi tentang pergi bersama siapa.


Kalau kamu, sukanya liburan ke mana? Yuk, liburan bareng aku!